Kita Sembuh karena OBAT bukan RESEP

Kalau manusia berdosa itu dihadapkan dengan Hukum Taurat, maka manusia berdosa itu berakhir dengan kematian. Tetapi ketika manusia berdosa itu dihadapkan dengan kasih karunia Allah, maka itu berlanjut dalam kehidupan. Di dalam Hukum Taurat semua pertanyaan tentang orang dosa berhenti pada kematian, tetapi dalam kasih karunia pertanyaan tentang orang berdosa tidak berhenti, karena berlanjut dengan kehidupan yang baru.
Persoalannya adalah hidup yang baru itu akan dijalani seperti apa? Rasul Paulus membicarakan tentang hidup dalam kasih karunia Allah adalah hidup yang dijalani dengan bertekun di dalam kehambaan dan pengudusan oleh Allah.
6:1. Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Bolehkah kita bertekun dalam dosa, supaya semakin bertambah kasih karunia itu?
6:2 Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya?

Disinilah kita bisa memahami bahwa beriman itu bukan soal setuju ajaran dan fakta sejarah dalam Alkitab, melainkan hidup serupa Kristus di mana kita mati bersama Kristus terhadap dosa dan hidup bagi Allah di dalam Yesus Kristus. Beriman bukan soal pengetahuan tetapi soal ketekunan hidup bagi Allah di dalam Yesus Kristus.

Kematian Kristus bukan untuk menambah pengetahuan kita tentang kasih Allah, tetapi kematianNya untuk membawa kita sebagai manusia berdosa ini berbalik dari hidup lama kepada kehidupan baru bagi Allah. Hidup bagi Allah dan bukan hidup bagi diri sendiri itulah iman kepada kasih karunia Allah. Orang yang masih hidup terus bagi dirinya sendiri, itu ciri orang yang belum mengerti kasih karunia Allah.
Berhentilah hidup dengan pemikiran bahwa semua karena saya, dan untuk saya. Hidup ini tidak pernah karena kita, tetapi karena Allah dan pastilah untuk Allah.

6:10 Sebab kematian-Nya adalah kematian terhadap dosa, satu kali dan untuk selama-lamanya, dan kehidupan-Nya adalah kehidupan bagi Allah.
6:11 Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus.
6:14 Sebab kamu tidak akan dikuasai lagi oleh dosa, karena kamu tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia.

Dosa tidak berkuasa lagi karena kita hidup dibawah kasih karunia Allah, bukan Hukum Taurat. Kalau kita masih hidup dibawah Hukum Taurat, maka dosa itu berkuasa atas hidup kita, karena Hukum Taurat hanya menunjukkan kekurangan dan ketidakmampuan kita. Hukum Taurat itu seperti RESEP DOKTER, dan Kasih karunia Allah dalam Yesus Kristus adalah OBAT yang mujarab yang menyembuhkan.
RESEP tidak menyembuhkan, resep hanya menunjukkan pada kita diagnosa penyakit yang harus kita obati dalam diri kita. Dan obat itu adalah kasih karunia Allah atau anugerah Allah dalam satu nama yaitu TUHAN YESUS KRISTUS.

6:22 Tetapi sekarang, setelah kamu dimerdekakan dari dosa dan setelah kamu menjadi hamba Allah, kamu beroleh buah yang membawa kamu kepada pengudusan dan sebagai kesudahannya ialah hidup yang kekal.
6:23 Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

Jangan sia-siakan hidup yang sudah disembuhkan oleh Allah, karena dosa itu penyakit yang mematikan. Obat yang menyelamatkan itu diberikan dengan cuma-cuma dalam kemurahan Allah, dan obat itu dibayar sangat mahal oleh Allah sendiri, karena kita tidak mampu membeli obat keselamatan itu. Kalau Covid 19 membuat kita menjalankan protokol kesehatan, apalagi dosa seharusnya membuat kita menjalankan protokol Alkitab. Karena kematian oleh dosa lebih mengerikan daripada kematian karena Covid 19.

Cara hidup kita yang sia-sia itu sama artinya dengan menganggap bahwa anugerah Allah itu murahan. Anugerah murahan (Cheap Grace) adalah bahasa seorang teolog Jerman bernama Dietrich Bonhoeffer, yang berkata demikian : “Anugerah murahan adalah anugerah tanpa pemuridan dan anugerah tanpa salib.”

Bacaan: