Aku Berharga di Mata Allah

Aku terpesona sangat dengan bacaan pagi hari ini, diambil dari Mazmur Daud di Mazmur 8:6 yang berbunyi, “Tetapi Kauangkat dia hampir setara dengan Allah, Kaumahkotai dia dengan keagungan dan kehormatan. (versi BIMK)”.

Ini merupakan ungkapan Daud atas pengenalan dia tentang Siapa Allah itu dalam hidupnya. Hm…jangan geer dulu dengan kata hampir setara dengan Allah ya 🙂 (biar nggak kejebak dengan new age movement lho). Akan tetapi kalimat bahwa Allah memahkotai kita dengan keagungan dan kehormatan.

Wow…..luar biasa buangettt Allah dalam memandang kita sebagai ciptaanNYA. Ada keagungan dan kehormatan yang diberikan Allah pada ciptaaNya. Allah yang besar, yang luar biasa, dan yang menciptakan kita….menghargai kita sedemikian rupa lho. Siapa sih kita sampai dihargai sebegitu luar biasanya. Manusia itu ciptaan lho. Sudahlah ciptaan, eh….sifatnya pemberontak lho, suka sama dosa lho, dll deh. But….. kita dihargai sedemikian luar biasanya oleh Allah, Sang Pencipta kita.

Akan tetapi…..wow….betapa masih sering kita, eh…salah dink…..(tepatnya aku) memandang rendah diriku, memandang tidak berharga diriku, hanya karena melihat begitu banyak kekurangan atau kegagalan dalam perjalanan hidup. Siapa aku sampai gagal dalam melihat keagungan ciptaan Allah dalam diriku?

Well…..kegagalan itu terjadi karena betapa aku tidak mengenal Siapa Allah itu dalam hidupku, dan menurutku kita nggak akan pernah selesai dalam proses mengenal Allah sampai Dia memanggil kita kembali. Tetapi tentunya dalam perjalanan pengenalan itu, ada banyak proses yang pasti diubahkan Allah dalam hidup kita. Well…salah satunya dimulai dengan “Percaya” bahwa Allah sangat…sangat…menghargai kita sebagai ciptaanNYA, maka kita, hm…tepatnya, akupun mempercayai bahwa aku berharga, even…jika ada bisikan-bisikan halus di kedalaman lautan jiwa kita atau jika dunia sekitar kita mengatakan sebaliknya. Aku berharga di mata Tuhan. Ketika aku tidak menghargai diriku, maka itu satu bukti aku mencemooh ciptaan Tuhan, itu satu bukti aku nggak percaya DIA yang sudah menciptakan aku dengan dimahkotai keagungan dan kehormatan. 

Jadi….Mari diriku dan dirimu mempercayai perkataan Allah bahwa Kamu itu ciptaan yang berharga di mataKU.

Bacaan: