Berita Injil lebih dari segalanya.

Kembali kepada berita Injil sebagai hal utama dalam kehidupan mengikut Kristus. Melangkah dalam kasih karunia dan percaya akan pengharapan yang terkandung di dalam kasih karunia Allah adalah hal yang utama sehingga segala sesuatu menjadi tidak sia-sia. Allah telah mengerjakan hal yang paling penting melalui Tuhan Yesus Kristus dalam kematian dan kebangkitanNya agar tidak ada yang sia-sia dalam iman percaya kita yang mau teguh berpegang kepada Injil.

15:1. Dan sekarang, saudara-saudara, aku mau mengingatkan kamu kepada Injil yang aku beritakan kepadamu dan yang kamu terima, dan yang di dalamnya kamu teguh berdiri.
15:2 Oleh Injil itu kamu diselamatkan, asal kamu teguh berpegang padanya, seperti yang telah kuberitakan kepadamu–kecuali kalau kamu telah sia-sia saja menjadi percaya.
15:3 Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci.

‘Berdirilah teguh’ menjadi kata yang diulang beberapa kali oleh Rasul Paulus dalam bagian ini, untuk menunjukkan bahwa berita Injil adalah hal yang utama dan tidak boleh dilupakan atau digantikan dengan aktifitas pelayanan yang hebat atau kepercayaan yang lain yang bukan berita utama dari Injil. Berdiri teguh dalam Injil Kristus dan memberitakannya adalah pondasi untuk terus hidup dalam persekutuan yang benar bahkan berjerih payah tanpa menjadi sia-sia.
Rasul Paulus mau mengajak supaya orang-orang di Korintus hidup dalam pemberitaan Yesus Kristus yang mati dan bangkit, sebagai hal utama dari Injil dan bukan hidup dengan pengalamannya dan pelayanannya sendiri yang hebat sehingga lupa pada berita Injil.

15:10 Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku.

Tekanan Rasul Paulus di dalam pasal ini adalah ajakan untuk bekerja dalam pemberitaan Injil bukan membanggakan karunia-karunia rohani yang telah memecah belah persekutuan jemaat Korintus. Sebuah ironi dalam jemaat Korintus, karena karunia rohani dalam pelayanan jemaat terpecah-pecah dan Rasul Paulus mengembalikan bahwa yang utama adalah pemberitaan Injil, bukan karunia rohani mana yang terbesar atau yang paling hebat. Hiduplah bagi Injil Kristus di tengah dunia supaya semua orang mengenal dan percaya kepada Kristus.
Pelayanan pun ternyata bisa juga menghadirkan kesombongan dalam hidup pelayan. Sebuah ironi di tengah persekutuan jemaat, karena mereka telah kehilangan tujuan yang utama dalam kehidupan kekristenan mereka yaitu pekabaran Injil.

15:17 Dan jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu.
15:58. Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.

Giatlah dalam pekerjaan Tuhan karena jerih payahmu untuk Injil tidak pernah sia-sia. Injil itu telah sempurna selesai di dalam Yesus Kristus, sehingga kita tidak perlu menambahkan apapun ke dalam Injil untuk Injil kelihatan lebih hebat lagi. Yesus Kristus yang mati dan bangkit serta telah disaksikan oleh banyak saksi adalah hal terhebat yang dikerjakan Allah bagi dunia ini.

Bacaan: